Gerhana Matahari Cincin 26 Januari 2009

Kemarin, katanya ada gerhana matahari cincin. Yang kaya di pilem Heroes itu lho…

gerhana1Tapi aku kok gak lihat. Dari jam 3 sampai jam 4 sore aku bolak-balik lihat ke luar jendela. “Mataharinya masih utuh, tanpa cacat, sempurna” kataku. “Mana Gerhananya?” Temanku Pulung aja sempat lihat gerhananya. Rumah Pulung di Bandung, kosanku juga dibandung. Emangnya selisih letak lintang dan bujur antara kosanku dan rumah Pulung cukup memungkinkan sehingga aku tidak bisa melihat gerhana.

“Ah, apa sih hebatnya gerhana matahari, paling cuma ada matahari yang warnanya item doang” gumamku menghibur sendiri.

“Tapi, gerhana selanjutnya harus sempat aku saksikan. Masa sih penggila astronomi blum pernah lihat gerhana matahari” kataku membulatkan tekad.

Ada cerita kalo gerhana terjadi karena ada raksasa Batara Kala yang memakan matahari. Kalo, dipikir-pikir, itu raksasa segede apagerhana dan raksasa ya? Trus yang bisa ngalahin raksasa itu siapa ya? Ultraman aja pasti kalah gede… Apa kita butuh pahlawan baru kaya Super Duper Hyper Ultraman. Tapi, tenag aja menurut orang jaman dahulu, raksasa itu bisa diusir dengan memukul lesung.

Yah, ternyata raksasanya gak keren, kalahnya cuman gara-gara suara lesung doang.

Advertisements

2nd International Olympiad on Astronomy and Astrophysics

2nd International Olympiad on Astronomy and Astrophysics

IOAA (International Olympiad on Astronomy and Astrophysics) is an astronomy competition for high school students around the world. The purpose of IOAA is to promote interest and educations on astronomy and astrophysics of high school students.

Just like Olympiad game, Astronomy and Astrophysics Olympiad or other science Olympiad is not only about competition and winning the prize, but the important thing is building friendship with other participants from all over the world with the same interest.

IOAA organizes a yearly competition on astronomy and astrophysics for high school students. The first one was held in Thailand and the second one is holding in Bandung, Indonesia. The 2nd IOAA in Bandung has been opened by the President of the Republic of Indonesia. 25 countries participated on this event is Azerbaijan, Bangladesh, Belarus, Bolivia, Brazil, Cambodia, China, Greece, India, Indonesia, Iran, Lithuania, Malaysia, Myanmar, Nigeria, Poland, Romania, Singapore, Slovakia, South Korea, Srilanka, Thailand, Turkmenistan, Ukraine, Vietnam.

Kunjungan Bosscha

Saat aku berkunjung di stand Bosscha aku sempat mengambil selebaran tentang tata cara berkunjung ke Observatorium Bosscha. Berikut penjelasan singkatnya:

Saudara-saudara yang berminat mengunjungi Observatorium Bosscha diwajibkan mendaftarkan diri. Pendaftaran dapat dilakukan dengan dating langsung ke Tata Usaha, atau melalui surat, e-mail, maupun telepon/fax. Alamat yang dapat dihubungi adalah sebagai berikut:

Kepala Observatorium Bosscha, FMIPA ITB

(u.p. Ibu Cucu Suryati)

Lembang 40391

Telepon/Fax : 022-278-6001

Email : Kunjungan@as.itb.ac.id

Situs Internet : www.as.itb.ac.id

Hal-hal yang perlu diketahui: Continue reading

Astronomy & Indonesian Culture Exhibition

Hari ini 26 agustus 2008, pukul 7 pagi aku berangkat dari kos menuju kampus karena ada rapat PMBR-MSTEI 2008. Rapat yang lumayan lama itu (hehehe…) akhirnya selesai juga pada pukul 10.00. Setelah rapat selesai aku teringat akan Astronomy & Indonesian Culture Exhibition di Sasana Budaya Ganesha. Mengingat pameran tersebut aku langsung melangkahkan kakiku ke…. warung pecel di belakang kampus (laper mas…). Lha setelah itu aku mempercepat langkahku ke Sabuga. Dengan semangat berapi-api bagai semangat tempur Bandung Lautan Api (wuihh… berlebihan) aku tantang sang mentari. Ahaaa… akhirnya setelah menempuh jalan yang amat curam aku sampai di pintu masuk Sabuga. Jreng..jreng 3x….. waahhhh…. Mataku melotot mulutku menganga melihat apa yang ada di hadapanku. Di sana terpampang bermacam spanduk/baliho atau apalah yang jelas ada berbagai tulisan tentang astronomi. Beberapa artikel tentang galaksi, sejarah astronomi sampai hoax tentang pendaratan di bulan sempat aku baca. Secara refleks tanganku merogoh kantongku dan menemukan benda keras berwarna abu-abu yaitu hpku. Akupun mengambil beberapa gambar yang aku anggap menarik. Setelah itu aku mengunjungi stand-stang milik Boscha, Jakarta Amateur Astronomy Society, Forum Langit Selatan, milis astronomi Indonesia. Di salah satu stand aku mengambil news letter edisi 1- 4 dan edisi 6-7, sayang sekali gak kebagian edisi 5. Terus dengan serakahnya di stand lain aku mengambil poster bergambar astronot berlatarkan alam semesta bertuliskan Explore the Universe. Poster tersebut aku maksudkan untuk di tempel di kosanku (akhirnya aku punya poster yang bisa di temple di kamarku). Di salah satu stand aku juga belajar bagaimana cara kerja jam matahari dan cara menentukan arah mata angin. Aku

juga sempat menyaksikan permainan ular tangga “snake and ladder” yang raksasa dan dimainkan oleh beberapa anak SD. Tunggu-tunggu aku sampai lupa kalo aku juga mau cerita kalo aku juga sempat mengunjungi stand penjualan teropong bintang. Setelah bertanya-tanya akhirnya ku tahu bahwa harga teropong berkisar 1-3 jutaan. Emang sih untuk sekarang terlalu mahal bagiku… tapi suatu saat nanti aku akan memiliki satu teropong yang gede dan aku pasang di kamarku. Aku gak peduli kalo mataku bakal trimbilen/bintiten/apalah istilah bahasa indonesianya, gara-gara sering ngintip langit lewat itu teropong. Di sana juga ada stand makanan dan kesenian lho. Selain pameran pada hari ini di Sabuga juga ada lomba mewarnai buat anak-anak. Gambar para peserta lomba ternyata bagus-bagus ketika aku lihat di layar monitor. Sampai di situ dulu deh ceritanya. Ntar kalo besok ada kesempatan aku mau ikutan seminarnya… itu sih kalo gak bentrok ama jam kuliah. Sekian terima kasih. Wassalamualaikum wr wb. Daaadaaadadada…..

Gerhana Merah Putih

17 Agustus 2008 mendatang kita akan mendapatkan sebuah peristiwa menarik yaitu gerhana bulan sebagian.

Malam hari kemerdekaan tersebut akan terasa berbeda dari tahun sebelunya karena tahun ini cahaya petasan tidak dilatari dengan cahaya bulan. Aku sendiri tak ingin melewatkan momen ini.

Sinar kemerdekaan

Diatas bulan separuh

Cita-cita pahlawan

Tulus dan menyeluruh

Kerlip angan menembus awan

Awan hitam membendung rasa

Ingin hati bumi pertiwi menawan

Terlihat kawan penuh jaya