Astronomy & Indonesian Culture Exhibition

Hari ini 26 agustus 2008, pukul 7 pagi aku berangkat dari kos menuju kampus karena ada rapat PMBR-MSTEI 2008. Rapat yang lumayan lama itu (hehehe…) akhirnya selesai juga pada pukul 10.00. Setelah rapat selesai aku teringat akan Astronomy & Indonesian Culture Exhibition di Sasana Budaya Ganesha. Mengingat pameran tersebut aku langsung melangkahkan kakiku ke…. warung pecel di belakang kampus (laper mas…). Lha setelah itu aku mempercepat langkahku ke Sabuga. Dengan semangat berapi-api bagai semangat tempur Bandung Lautan Api (wuihh… berlebihan) aku tantang sang mentari. Ahaaa… akhirnya setelah menempuh jalan yang amat curam aku sampai di pintu masuk Sabuga. Jreng..jreng 3x….. waahhhh…. Mataku melotot mulutku menganga melihat apa yang ada di hadapanku. Di sana terpampang bermacam spanduk/baliho atau apalah yang jelas ada berbagai tulisan tentang astronomi. Beberapa artikel tentang galaksi, sejarah astronomi sampai hoax tentang pendaratan di bulan sempat aku baca. Secara refleks tanganku merogoh kantongku dan menemukan benda keras berwarna abu-abu yaitu hpku. Akupun mengambil beberapa gambar yang aku anggap menarik. Setelah itu aku mengunjungi stand-stang milik Boscha, Jakarta Amateur Astronomy Society, Forum Langit Selatan, milis astronomi Indonesia. Di salah satu stand aku mengambil news letter edisi 1- 4 dan edisi 6-7, sayang sekali gak kebagian edisi 5. Terus dengan serakahnya di stand lain aku mengambil poster bergambar astronot berlatarkan alam semesta bertuliskan Explore the Universe. Poster tersebut aku maksudkan untuk di tempel di kosanku (akhirnya aku punya poster yang bisa di temple di kamarku). Di salah satu stand aku juga belajar bagaimana cara kerja jam matahari dan cara menentukan arah mata angin. Aku

juga sempat menyaksikan permainan ular tangga “snake and ladder” yang raksasa dan dimainkan oleh beberapa anak SD. Tunggu-tunggu aku sampai lupa kalo aku juga mau cerita kalo aku juga sempat mengunjungi stand penjualan teropong bintang. Setelah bertanya-tanya akhirnya ku tahu bahwa harga teropong berkisar 1-3 jutaan. Emang sih untuk sekarang terlalu mahal bagiku… tapi suatu saat nanti aku akan memiliki satu teropong yang gede dan aku pasang di kamarku. Aku gak peduli kalo mataku bakal trimbilen/bintiten/apalah istilah bahasa indonesianya, gara-gara sering ngintip langit lewat itu teropong. Di sana juga ada stand makanan dan kesenian lho. Selain pameran pada hari ini di Sabuga juga ada lomba mewarnai buat anak-anak. Gambar para peserta lomba ternyata bagus-bagus ketika aku lihat di layar monitor. Sampai di situ dulu deh ceritanya. Ntar kalo besok ada kesempatan aku mau ikutan seminarnya… itu sih kalo gak bentrok ama jam kuliah. Sekian terima kasih. Wassalamualaikum wr wb. Daaadaaadadada…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: