Pesantren Insinyur MSTEI 2008

Ayo Kita Ramaikan Pesantren Insinyur MSTEI 2008

Advertisements

I’m Reborn :: Rising Form

Banyuwangi, 30 Oktober 1989 06.00 wib

Hari itu seorang anak terlahir ke dunia ini. Ia sangat ketakutan melihat dunia barunya karena ia harus menantang silaunya sinar matahari dunia, berbeda saat ia masih ada di dalam kandungan ibunya. Ia menangis keras memohon agar ia tak dilahirkan ke dunia yang kotor ini. Akan tetapi saat ia melihat wajah orang tuanya untuk pertama kalinya, ia merasa yakin ia dapat menaklukan dunianya karena akan ada orang tuanya di sampingnya. Ia yakin senyum orang tuanya mampu memberinya cukup tenaga untuk bertahan. Ia teringat akan janjinya sebelum terlahir pada Allah untuk bersaksi bahwa Allah adalah tuhan semesta alam.

19 tahun berlalu, 30 Oktober 2008 06.00 wib

Kini ia tumbuh menjadi seorang pemuda. Saat itu ia menengok kedalam hatinya dan bertanya siapakah dia. Ia menulis surat cinta pada Tuhannya, dalam suratnya ia meminta maaf atas segala kesalahan selama 19 tahun itu. Ia berdoa agar Allah bisa melahirkan kembali hatinya seperti saat ia lahir. Ia berharap ia menjadi sosok baru setelah itu.

Dalam hatinya ia berkata “ I’m Reborn, Rising Form

…..Coming Soon…..

I’m Reborn

Rising Form


I just one and only

Nasehat Luqman ::1

  • Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

BELAJAR DARI BURUNG DAN CACING

Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing.

Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan. Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu Cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus puasa. Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus berpuasa.

Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya ?kantor? yang tetap, apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia, namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri ke sungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya. Kita lihat burung tetap optimis akan rizki yang dijanjikan Allah. Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya.

Tampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada diatas dan dilain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kelebihan dan di lain waktu kekurangan. Suatu waktu kekenyangan dan dilain waktu kelaparan.

Sekarang marilah kita lihat hewan yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing. Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga.

Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati. Tapi kita lihat , dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencari rizki . Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan kepalanya ke batu.

Sekarang kita lihat manusia. Kalau kita bandingkan dengan burung atau cacing, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih. Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung atau cacing ? Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi? padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa.

Rupa-rupanya kita perlu banyak belajar dari burung dan cacing.

Kamen Rider Kiva :: tambah seru abis

Akhirnya di episode 37 ini wataru, mio, dan taiga terbongkar identitas mereka. wataru mengetahui bahwa mio adalah queen dan taiga adalah king, sebaliknya taiga dan mio juga kaget seteah mengetahui bahwa wataru adalah kiva. Apa yang akan terjadi pada episode 38….

Penasaran…

Wake Up Fever

Upin dan Ipin New Episode :: baru lagi nih…

Aku kira tahun ini, serial upin ipin hanya sa,pai episode 12,  eh ternyata kok ada sampai episode 18. Haha… lumayan buat koleksi.

yah… seperti epidode sbeelumnya, upin dan ipin masih bertingkah lucu layaknya anak kecil yang polos. semoga aja upin dan ipin jadi anak yang sholeh ya…!