SUPER EKSTRA HOT RAMEN

Semalam aku mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Setelah berbuka puasa dan shalat maghrib, aku dan beberapa teman kosku pergi ke Ciwalk. Kami berencana pergi ke Gokana Teppan. Sesampainya disana kami harus menunggu sampai kami mendapatkan jumlah kursi yang pas untuk kami berenam. Setelah setengah jam menunggu, kami masuk dan memesan makanan yang telah kami rencanakan sebelumnya yaitu SUPER EKSTRA HOT RAMEN. Setelah memesan kamipun masih harus menunggu… 😦 Sambil menunggu kami memakan kripik pedas yang kami ambil di meja depan. Disela-sela penantianku aku terhentak kaget dengan suara tabuh yang diikuti teriakan “Yatta….” Gak tau artinya apa… Untuk mengisi waktu kosong kami berenam bercanda dan berbicara gak jelas (ngalor-ngidul). Temanku yang bernama Luthfi Azizi Gumay mendapatkan makanannya pertama sebab ia hanya memesan daging coklat dengan sayur tapi lupa namanya apa, sedangkan aku dan teman-teman lain yang memesan super extra hot ramen harus menunggu beberapa menit lagi. Tapi untung saja minuman yang kami pesan telah disajikan. Menunggu dan menunggu dan semua berakhir saat makanan yang kami pesan datang. Aku mendapatkan Super Ekstra Hot Ramen Tempura. Jika kami bisa menghabiskan seluruh isi dari mie ramen dalam 20 menit, kami akan mendapatkan voucer makan gratis Gokana 6. Karena itulah kami berlima berlomba-lomba menghabiskan seluruh mie ramen yang luar biasa pedasnya.

Dan kelualah temanku Arif sebagai pemenangnya dengan waktu 4 menit untuk menghabiskan mie ramennya, lalu Fikri, Wahyu, dan Lamda menyusul. Tinggal akulah yang belum menghabiskan mie ramenku. Aku sempat menyerah karena melihat kuah mie ramen yang sangat banyak dan harus aku habiskan semuanya. Sebetulnya aku tidak begitu tergiur akan hadiahnya akan tetapi karena masih ada sisa waktu maka aku meneruskan makananku. Aku ambil mangkok mie ramenku lalu aku tuangkan kuah mie ramen itu langsung ke mulutku. Saat-saat itu adalah saat yang menegangkan bagiku. Otaku hanya berkata “ ayo Safak…cepet entekke kuahe (ayo safak ..cepat habiskan kuahnya)”. Selama beberapa detik mulutku penuh akan kuah merah itu dan akhirnya sumua kuah berhsil aku masukkan kedalam perutku. Sesaat aku menyadari bahwa tiba-tiba kupingku terasa amat panas. Panas sekali. Teman-temanku sempat menertawakanku. Tapi tak apalah… walaupun sedikit menyiksa diri tapi aku mampu membuktikan bahwa aku bisa menyelesaikan mie ramenku dalam 18 menit.

Akupun melebarkan mulutku berharap uap pedas dalam mulutku cepat hilang. Dan akupun mendapaaaatkan voucer makan gratisku.

Bobor Kangkung, rinduku

Bobor, Salah satu masakan buatan Umi yang aku sukai. Rasanya gurih dan yang jelas bergizi. Berikut resep Sayur Bobor Kangkung. Masakan ini cocok bagi balita yang mulai makan makanan padat. Tapi bisa juga menjadi menu andalan keluarga. Sangat pas jika disajikan bersama nasi, tempe kering, dan ikan pindang. Hmm… Laperrrrrr

Bahan:
1. ikat kangkung segar
2. kaleng santan
3. lembar daun jeruk
4. lembar daun salam
5. cm lengkuas / laos

Bumbu (dihaluskan)
1. butir bawang merah
2. siung bawang putih
3. sdt ketumbar
4. cm kencur
5. sdt garam
Cara membuat :
1.Panaskan air sampai mendidih
2.Masukkan santan kedalam ar yang sedang mendidih
3.Masukkan bumbu-bumbu yang telah dihaluskan tadi
4.Masukkan daun jeruk, daun salam dan lengkuas
5.Masak sampai harum
6.Masukkan kankung yang telah dipotong-potong 2-4 cm
7.Masak sampai kangkung layu
8.Angkat dan sajikan

Pindang

Pindang goreng ditemani nasi putih hangat. Hmm.. gurih enak pokoknya. Semoga liburan nanti saya bisa merasakan pindang ikan buatan umi. Sempat aku mengira bahwa pindang adalah nama ikan laut tapi sekarang aku mengetahui bahwa pindang adalah hanya istilah bagi ikan laut yang telah diolah sedemikin rupa. Akupun ingin tahu nagaimana cara memindang ikan. Setelah capai bergoogling akhirnya aku menemukan jawaban yang memuaskan. Begini lho cara membuat ikan menjadi pindang!

Bahan :
1.Ikan laut segar biasanya tongkol
2.Garam

Cara membuat
1.Siapkan tongkol lalu cuci bersih (buang kotorannya)
2.Taburi garam pada tongkol
3.Masukkan tongkol-tongkol tersebut dalam bambu
4.Panaskan air dalam panci besar
5.Setelah air mendidih, masukkan wadah bambu yang berisi tongkol kedalam air panas (beri pemberat pada bambu berupa batu)
6.Setelah tanak, dinginkan pindang lalu kemas dalam wadah jerami
7.Pindang siap dimasak lagi atau dipasarkan

Martabak… hmmmm…

Puasa…

Kebayang masakan-masakan kesukaanku buatan umi di Semarang.

Bobor, tempe kering, pindang, martabak, nasi goring, gudeng, sayur lodeh, ayam goreng, mendoan, Es Blewah, es teh, es dawet dan tak lupa menjelang lebaran yaitu ketupat, lontong opor sama sambal goreng hati dan krupuk udang plus es sirup dll Lapeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeerrrrrrrrrrrrrrrrrrr…………..!

Sebagai rasa rinduku aku ingin menuliskan resep makan diatas satu-persatu. Jika aku gak lupa resepnya aku tulis sendiri. Tapi kalo gak tahu resepnya, terpaksa harus cari tahu di google walaupun rasanya bakal beda dengan masakan asli buatan umi. Sebagai pembuka akan saya sajikan resep martabak buatan umi. Soalnya makanan satu itu selalu sukses aya buat sendiri

Martabak

Bahan:

  • Gandum atau Kulit martabak siap pakai
  • Daun Onclang (aku menyebutnya begitu, kalau gak salah istilah di Bahasa indonesianya daun bawang)
  • Daun Seledri
  • Telur ayam
  • Daging ayam/sapi yang telah dipotong kecil-kecil
  • Garam
  • Penyedap rasa ayam/sapi
  • Minyak goreng

Cara membuat:

  • Campur gandum dengan air matang lalu aduk
  • Panaskan minyak di wajan (penggorengan)
  • Tuangkan koloid gandum (soalnya kalau disebut larutan kurang pantas) ke wajan lalu ratakan hinnga tebal gandum menjadi tipis.
  • Setelah koloid gandum memadat lalu angkat dari kompor dan taruh di tempat yang datar (kulit martabak siap dipakai)
  • Potong daun onclang dan seledri menjadi potongan sepanjang 0,5 cm
  • Kocok telor ayam dalam mangkuk lalu masukkan daging kedalamnya
  • Masukkan garam dan penyedap rasa kedalam mangkuk… aduk rata
  • Masukkan potongan daun onclang dan seledri ke mangkuk tadi
  • Aduk rata
  • Panaskan wajan lalu masukkan semua hal yang ada dimagkuk tadi ke wajan
  • Aduk dengan serok/susruk/spatula hingga terjadi koagulasi pada telur (wadyuh bahasanya)
  • Angkat dari kompor, isi martabak telah jadi
  • Siapkan kulit martabak
  • Taruh 1-2 sendok makan isi martabak diatas kulit martabak.
  • Bungkus isi martabak dengan isinya. (Terserah mau dibentuk apa. Kalo aku pernah bikin bentuk persegi, segi tiga, lonjong, samapi bentuk layang-layang)
  • Ceburkan martabak mentah tersebut ke dalam minyak yang udah panas.
  • Setiap beberapa menit martabak dibalik.
  • Tunggu aja sampai anda mendapatkan warna martabak kesukaan anda.
    1. Coklat keemasan berarti martabak sudah matang ( bagi anda yang biasa-biasa aja)
    2. Kuning berarti martabak anda setengah matang (bagi anda yang suka setengah matang)
    3. Putih berarti martabak anda lupa digoreng (bagi anda yang gak suka gorengan)
    4. Hitam berarti anda ketiduran saat memasak (bagus buat anda yang gemar akan pahitnya obat)
    5. Tapi jangan berharap martabak anda berwarna hijau, merah, atau biru