Jika aku lulus dari ITB.

Insya Allah, tidak sampai 3 tahun lagi aku akan lulus dari ITB. Ada beberapa hal yang mengusik aku sejak dulu. Hal itu adalah rasa rindu. Aku merasa sangat sedih jika membayangkan 3 tahun lagi semua kisahku di ITB akan berakhir. Dan berkemungkinan besar akan benar-benar berakhir. Aku harus berpisah dengan sahabat-sahabatku. 3 tahun lagi kami akan dipisahkan oleh jarak beratus-ratus kilometer. Tak bisa kubanyangkan rasa rindu seperti apa yang akan meledak di hari saat aku meninggalkan bandung 3 tahun lagi. Komunikasi lewat YM, friendster, blog sepertinya tak cukup bagiku. Walaupun akan ada reuni, toh reuni akan membuatku menunggu lama 10-20 tahun dan juga belum tentu semua temanku akan hadir dalam acara reuni tersebut. Jarak yang sangat jauh ini sangat menyiksaku. Lain halnya dengan teman-teman SMA, SMP, SD yang jika aku pulang ke Semarang mereka hanya berjarak beberapa ratus meter dariku. Semakin erat tali persahabatan ini semakin sakit pula jika tali ini harus ditarik saling menjauh. 3 Tahun lagi. Kenapa setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Apakah untuk menghindari perpisahan aku tak boleh bertemu dengan seseorang. Kenapa kami harus berpisah hanya karena pekerjaan, pendidikan atau pernikahan. Aku tak tahu harus berbuat apa untuk mengisi 3 tahun mendatang. Satu tahun telah berlalu. Perlahan lahan semuanya akan berakhir.

Ya.. Allah mengapa kau ciptakan rasa rindu ini.

Ada sesuatu yang perlu kau ketahui kawan
“Kita pernah bersama”

Advertisements

Hujan Pagi

Kerlip kota di pagi buta

Gedung hitam penuh kenangan

Air mengalir dengan bayangan

Beserta udara beku mengiris jiwa

Langkah langkah lirih diatas batu

Air hujan basahi kaki ini

Tetes air kesedihan tercurah

Hatipun tak sanggup berdiri lagi

Aku terjatuh

Pagiku telah hilang

Tak ada lagi cahaya

Hanya tetes air membasahi perih luka

Semua telah berubah

Tak ada lagi ikatan

Berpisah kisah, usai sudah

(hehe…. latihan nulis puisi)