1.5 Hz (Bagian 4)

Ia telah pergi, pergi mendahuluiku. Ia yang mengakui diriku sebagai temannya, kini terbujur kaku dibawah sana. Atas penyakitku, seharusnya aku yang lebih dulu. Tapi sepertinya waktu sedang bermain dengan diriku. Slide-slide tentang dirinya bermain dalam benakku. Dan di sebuah tempat terdalam, hati ini terpecik. Tak sadar, sebuah air mata jatuh diatas gundukan tanah basah di hadapanku. Dan segalanya lebih menyedihkan di sore itu.

Di tengah Ramadhan kelabu, di bawah pohon kamboja, aku…
Dapatkah aku menyebut ia sebagai sahabatku…


Advertisements

Bersama teman-teman SD

Beberapa hari yang lalu, aku sempat berlibur di semarang. walaupun saat itu aku pulang dalam keadaan berduka. Kedukaan itu sedikit tertutupi dengan bertemunya kembali aku dan teman-teman SDku. Mereka tak jauh berbeda dengan sosok-sosok yang aku kenali 7 tahun yang lalu.

Dan untung saja aku tidak melewatkan momen itu begitu saja. Aupun sempat mengambil beberapa foto kami

Friends

Rahmat - Aku - Krida

friends2

friska, rahmat, krida dan beberapa teman ima


Dodo dan Rumah sakit

Kemarin temenku si Alfado Kashroh sakit dan harus dirawat inap di Rumah sakit St. Boromeus. Katanya biaya inap perhari disana sebesar 100 ribu. Gila beneeer….. kos-kosanku aja kalo diitung-itung cuma 10 ribu doang. Ngekos di rumah sakit St Boromeus itu ternyata ada enaknya dan juga ada gak enaknya.
Menurut wawancara kami dengan saudara Dodo di lokasi kejadian, ngekos di rumah sakit itu enak soalnya:

1. Tempat lebih bersih, soalnya kamar Dodo di asrama Kidang Pananjung berantakan minta ampun.
2. Katanya Dodo makanannya lebih enak. (masak sih, bukannya makanan rumah sakit itu bau obat semua).
3. Fasilitas air hangat (kalo yang ini boleh lah).
4. Hotspot ( halah… hotspotnya kaya keong.. gak guna).
5. Suster-suster yang cantik (hehe… boong kok).

Apapun kata dunia tentang rumah sakit aku gak bakal pindah kos ke St Boromeus. Berikut ini alasan kenapa aku gak mau pndah kos di Borromeus:

1. Terus terang rumah sakit itu tempat yang serem bagiku.
2. Setiap ruangan baunya kayak obat, tapi lebih mending dari pada bau kentut .
3. Makananpun gak bisa milih… padahal kan udah bayar mahal … ee.. dapet bubur.
4. Gak bisa maen komputer atau nonton tipi.
5. Merepotkan orang lain… rasanya pengen nangis haru kalo misalnya aku dijenguk sama orang terdekatku tapi juga bisa benci kalo ada orang menjenguk aku untuk melihat penderitaanku. L
6. Kanan kiri, depan belakang isinya cuma orang sakit. Mending kalo yang sakit artis.

Ada gak sih orang yang suka sama rumah sakit. Kalo aku sendiri dengan tegas mengatakan TIDAK SUKA
Yah beruntunglah bagiku yang sampai saat ini belum pernah masuk rumah sakit kecuali waktu aku lahir. Terima kasih ya Allah…. Terima kasih telah memberikan kesehatan padaku. Aku janji deh aku bakal rajin berolah raga.