C++ bagian.1

Ya.. Allah, berikan aku kemudahan dalam mempelajari kuliah Algoritma & Struktur Data dan juga bahasa C.

Beberapa Hari lalu aku sangat sedih karena aku gagal dalam praktikum Algoritma & Struktur data. Aku gak ngerti sama sekali gimana caranya translate notasi algoritmik ke dalam bahasa C. Kemarin aku menyempatkan diriku belajar bahasa C++ (bukan C sih, tapi gak apa-apa solanya C ama C++ mirip). Karena cara belajar paling baik adalah dengan mengajari orang lain, maka melalui blog ini aku ingin berbagi apa yang aku pelajari beberapa hari lalu. Pembahasanku akan dibagi dalam beberapa bagian sampai selesai.

Sebelumya saya ingin mengucapkan terima kasih pada temen kos Arif yang telah sudi meminjamkan buku “Pemrograman C++” dan membantuku mendapatkan MinGW (compiler bahasa C/C++) dan juga tak lupa aku ingin berterima kasih pada Penerbit Andi Yoyakarta karena atas bukunya aku bisa memahami bahasa C++ dan dengan buku itulah pembahasan bahasa C++ dalam blog ini mengacu
Sebagai permulaan saya akan membahas Apakah itu C dan C++.
C adalah suatu bahasa pemprograman yang berada diantara bahasa beraras rendah (bahasa yang beorientasi pada mesin) dengan bahasa bearas tinggi (bahasa yang berorientasi pada manusia). Bahasa beraras tinggi mempunyai kompabilitas tinggi antarplatform. Karena itu amatlah mudah untuk membuat program pada berbagai mesin. Berbeda dengan bahasa beraras rendah yang setiap perintahnya bergantung pada tiap jenis mesin. Berbicara tentang C, maka tak salahnya kita mengetahui siapakah orang yang bejasa dalam membuat bahasa C, beliau adalah BrianW. Kernighan dan Dennis M. Ritchie (1972). C adalah sebuah program terstuktur yang membagi program dalam sejumlah blok. Tujuan dilakukan pembagian tersebuat adalah untuk memudahkan pembuatan dan pengembangan program. Dengan C, sebuah program dengan mudah dapat dipindahkan dari satu jenis mesin ke jenis mesin lainnya.
Bahasa C++ sendiri dibuat satu dekade setelah C. Diciptakan oleh Bjarne Stroustrup, Laboratorium Bell, AT&T pada tahun 1983. C++ lebih kompatibel disbanding dengan C. Nama C++ sendiri merupakan nama yang diberikan oleh Rick Mascitti karena ++ sendiri beasal dari nama operator penaikan dalam bahasa C. Sedangkan pada awal mulanya nama C++ sendiri adalah “a better C”.
Keistimewaan C++ adalah kemampuannya dalam mendukung pemrograman yang beorientasi objek(PBO) atau Object Oriented Programming (OOP). Tujuan utama pembuatan C++ sendiri adalah untuk meningkatkan produktifitas program dalam membuat aplikasi. Greg Perry (1993) mensitir ungkapan para pelopor industry C++ yang pada intinya adalah C++ dapat meningkatkan produktivitas pemprogram lebih dari dua kali lipat dibandingkan bahasa procedural seperti C, Pascall dan Basic. Hal ini didasarkan bahwa kenyataan kode yang ditulis dengan C++ lebih mudah digunakan kembali pada program-program lain (reusability).
Demikia penjelasan dari saya, unuk pembahasan selanjutnya saya, Insya Allah saya aka membahas apakah yang disebut Pemrograman Beorientasi Objek .

Terima kasih

Mentoring…. Arrghh..

Aduh, entah ada apa dengan diriku. Kini aku telah menjadi seorang mentor, tiap minggu aku harus menjalankan mentoring. Sebenarnya menjadi seorang mentoring adalah pengalaman pertamaku. Padahal setahun lalu aku hanya duduk melingkar bersama beberapa temanku sebagai mentee yang siap mendengarkan apapun yang diucapkan kak Albaz Rosada El 05. Kini jabatanku berubah dari mentee( orang yang diberi mentoring) menjadi mentor (orang yang member mentoring). Tapi gak juga sih, karena sekarangpun aku juga jadi mentte dengan mentorku kak Adrian Indra EL 05. Jadi jabatanku dobel yaitu mentor sekaligus mentee (horeee…) Sempat aku mengira bahwa diriku telah gila karena mengingat kemampuanku mementor adalah nol. Tapi bagaimanapun juga terlanjur basah, dan kesempatan ini sebagai mentor tak akan ku sia-siakan. Semoga tugas seorang mentor tak jauh berbeda seperti tugasku sebagai kakak pada adik-adikku. Sebelumnya aku ingin mengucapkan maaf pada adik-adik mentee:
1.Briliandaru P
2.Chandra satrianna
3.Lanang Aji Waskito
4.Ridho Wastu W
5.Rochim Wahyu
6.Yogi Prasetio
7.Yudhistira
8.Zain fathoni
Maaf kalau kedepannya saya membuat kesalahan dalam metoring. Namanya juga baru belajar… hehehe… Ya… karena ini jalan yang Allah pilihkan untukku maka dengan ini aku akan berusaha sebaik mungkin… Hiks..hiks…hiks

SUPER EKSTRA HOT RAMEN

Semalam aku mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Setelah berbuka puasa dan shalat maghrib, aku dan beberapa teman kosku pergi ke Ciwalk. Kami berencana pergi ke Gokana Teppan. Sesampainya disana kami harus menunggu sampai kami mendapatkan jumlah kursi yang pas untuk kami berenam. Setelah setengah jam menunggu, kami masuk dan memesan makanan yang telah kami rencanakan sebelumnya yaitu SUPER EKSTRA HOT RAMEN. Setelah memesan kamipun masih harus menunggu… 😦 Sambil menunggu kami memakan kripik pedas yang kami ambil di meja depan. Disela-sela penantianku aku terhentak kaget dengan suara tabuh yang diikuti teriakan “Yatta….” Gak tau artinya apa… Untuk mengisi waktu kosong kami berenam bercanda dan berbicara gak jelas (ngalor-ngidul). Temanku yang bernama Luthfi Azizi Gumay mendapatkan makanannya pertama sebab ia hanya memesan daging coklat dengan sayur tapi lupa namanya apa, sedangkan aku dan teman-teman lain yang memesan super extra hot ramen harus menunggu beberapa menit lagi. Tapi untung saja minuman yang kami pesan telah disajikan. Menunggu dan menunggu dan semua berakhir saat makanan yang kami pesan datang. Aku mendapatkan Super Ekstra Hot Ramen Tempura. Jika kami bisa menghabiskan seluruh isi dari mie ramen dalam 20 menit, kami akan mendapatkan voucer makan gratis Gokana 6. Karena itulah kami berlima berlomba-lomba menghabiskan seluruh mie ramen yang luar biasa pedasnya.

Dan kelualah temanku Arif sebagai pemenangnya dengan waktu 4 menit untuk menghabiskan mie ramennya, lalu Fikri, Wahyu, dan Lamda menyusul. Tinggal akulah yang belum menghabiskan mie ramenku. Aku sempat menyerah karena melihat kuah mie ramen yang sangat banyak dan harus aku habiskan semuanya. Sebetulnya aku tidak begitu tergiur akan hadiahnya akan tetapi karena masih ada sisa waktu maka aku meneruskan makananku. Aku ambil mangkok mie ramenku lalu aku tuangkan kuah mie ramen itu langsung ke mulutku. Saat-saat itu adalah saat yang menegangkan bagiku. Otaku hanya berkata “ ayo Safak…cepet entekke kuahe (ayo safak ..cepat habiskan kuahnya)”. Selama beberapa detik mulutku penuh akan kuah merah itu dan akhirnya sumua kuah berhsil aku masukkan kedalam perutku. Sesaat aku menyadari bahwa tiba-tiba kupingku terasa amat panas. Panas sekali. Teman-temanku sempat menertawakanku. Tapi tak apalah… walaupun sedikit menyiksa diri tapi aku mampu membuktikan bahwa aku bisa menyelesaikan mie ramenku dalam 18 menit.

Akupun melebarkan mulutku berharap uap pedas dalam mulutku cepat hilang. Dan akupun mendapaaaatkan voucer makan gratisku.

Bobor Kangkung, rinduku

Bobor, Salah satu masakan buatan Umi yang aku sukai. Rasanya gurih dan yang jelas bergizi. Berikut resep Sayur Bobor Kangkung. Masakan ini cocok bagi balita yang mulai makan makanan padat. Tapi bisa juga menjadi menu andalan keluarga. Sangat pas jika disajikan bersama nasi, tempe kering, dan ikan pindang. Hmm… Laperrrrrr

Bahan:
1. ikat kangkung segar
2. kaleng santan
3. lembar daun jeruk
4. lembar daun salam
5. cm lengkuas / laos

Bumbu (dihaluskan)
1. butir bawang merah
2. siung bawang putih
3. sdt ketumbar
4. cm kencur
5. sdt garam
Cara membuat :
1.Panaskan air sampai mendidih
2.Masukkan santan kedalam ar yang sedang mendidih
3.Masukkan bumbu-bumbu yang telah dihaluskan tadi
4.Masukkan daun jeruk, daun salam dan lengkuas
5.Masak sampai harum
6.Masukkan kankung yang telah dipotong-potong 2-4 cm
7.Masak sampai kangkung layu
8.Angkat dan sajikan

Pindang

Pindang goreng ditemani nasi putih hangat. Hmm.. gurih enak pokoknya. Semoga liburan nanti saya bisa merasakan pindang ikan buatan umi. Sempat aku mengira bahwa pindang adalah nama ikan laut tapi sekarang aku mengetahui bahwa pindang adalah hanya istilah bagi ikan laut yang telah diolah sedemikin rupa. Akupun ingin tahu nagaimana cara memindang ikan. Setelah capai bergoogling akhirnya aku menemukan jawaban yang memuaskan. Begini lho cara membuat ikan menjadi pindang!

Bahan :
1.Ikan laut segar biasanya tongkol
2.Garam

Cara membuat
1.Siapkan tongkol lalu cuci bersih (buang kotorannya)
2.Taburi garam pada tongkol
3.Masukkan tongkol-tongkol tersebut dalam bambu
4.Panaskan air dalam panci besar
5.Setelah air mendidih, masukkan wadah bambu yang berisi tongkol kedalam air panas (beri pemberat pada bambu berupa batu)
6.Setelah tanak, dinginkan pindang lalu kemas dalam wadah jerami
7.Pindang siap dimasak lagi atau dipasarkan

Love & Hate

Sebanyak apapun rasa benci di dunia, cinta akan pernah mati

Aku Jatuh Cinta

Hati ini menjadi gemuruh ombak

Bergulung mengempas pantai

Langkah ini terhenti segera

Pikiranpun menghilang entah kemana

Apakah ini cinta?

Caramu bersyair…

Caramu berperan

Aku terbisu

Tak ada pentunjuk bagiku

Apa-apaan semua ini

Apakah ini cinta?

Mengapa aku berkorban

Mengapa aku berlari

Mengapa demimu

Ada sesuatu yang besar dalam hati ini

Panas membakar ruang kosong itu

Apakah ini cinta

Aku jatuh cinta

Catatan:

Cuma pengen tahu aja, begitukah rasa yang dialami saat manusia jatuh cinta

Jatuh cinta kepada Allah dan rasulNya

atau kepada pacarnya

Atau bahkan pada harta dan kedudukannya

Surat Cinta No.2

Selamat pagi, Allah

Terimakasih karena Kau telah membangunkanku, mengajakku untuk sahur…

Tadi aku sempat kaget lho…, kenapa? Soalnya aku mendengar dendang arak-arakan sahur keliling. Soalnya sejak hari pertama sahur, arak-arakan sahur itu tidak ada. Sempat aku berpikir bahwa tahun ini tak ada arak-arakan yang membangunkanku untuk sahur. Tapi, ternyata dugaanku salah dan aku senang karena dugaanku salah.

Ya Allah, aku ingin minta maaf karena kemarin aku tidak menyempatkan waktuku untuk sholat tarawih. Saat itu aku harus meyelesaikan laporan praktikum rangkaian elektrik. Aku juga malu, karena ternyata beberapa menit ketika mengerjakan laporan aku malah tertidur pulas. Sia-sia pengorbananku untuk shalat tarawih. Walaupun aku sering nakal tetapi malam itu sekitar pukul 11 malam Kau membangunkanku lagi. Akupun langsung sadar akan kelalaianku dan akupun langsung menantang komputerku untuk mengerjakan laporanku. Pukul menunjukkan 2 dini hari, Walaupun laporan belum selesai aku merasa ngantuk dan terbius pulas dalam ayunan mimpi semu. Beberapa kali aku membuka mataku, aku tahu bahwa aku harus makan sahur. Tapi mata kantuk ini membuatku malas untuk bangun. Dan hasil terburuk yang aku dapat yaitu aku tidak sahur. Setelah bangun dan melaksanakan aku langsung bermain lagi dengan komputer sampai waktu menunjukkan 12 siang. Dan… maafkanlah hambamu yang kotor ini ya… Allah. Karena sibuk mengerjakan laporan, aku tertinggal Sholat Jum’at. Mengetahui hal itu aku langsung menggantinya dengan sholat Dzuhur. Selain meminta maaf aku juga berterimakasih karena laporanku telah selesai dengan sempurna. Walaupun begitu, aku sempat tersenyum kecut melihat laporan yang dibuat dengan mengorbankan sholat tarawih dan jum’at.

Hiks…Hiks… (tangisan hati seorang Musyafa’) Ya..Rabbi, aku merasa sedih karena praktikum algoritma dan struktur dataku gagal habis.

Mengingat bahwa aku tidak sahur aku membeli makanan untuk berbuka puasa yang lebih dari biasanya. Tapi Alhamdulillah, semalam aku sempat shalat terawih. Walaupun aku shalat tarawih, tapi sesudahnya aku ketiduran lagi (“dasar pemalas”). Sampai pukul 2.00 tadi aku terbangun dengan masih berpakaian sarung dan baju koko.

Shubuh ini sungguh indah, entah pergi kemana si bulan. Ketidak hadiran si bulan, malah membuatku dapat melihat bintang dengan jelas. Melihat berjuta bintang itu, aku teringat akan Kau. Saat aku menulis surat ini ya… Allah, Aku berterima kasih karena kau selalu menyayangiku. Aku tahu bahwa aku selalu berbuat nakal, tetapi tanpa peduli kau terus memelukku. Tetes air mata terima kasih ini tak akan ku sia-siakan. Aku akan berusaha menjadi hambamu yang bisa kau banggakan.

Terima kasih….

Aku mencintaimu

Puasa Merindu

Puasa…..?

Aduh..aduh…

Jadi kebanyang hari-hari ketika aku berpuasa di Semarang.

Kini aku harus cari berbuka dan sahur sendiri.

Dulu, tiap pagi aku selalu berkata

” Umi… belanja apa? Mengko bukane apa to?” “Umi, belanja apa? Nanti berbuka dengan apa?

Atau, ketika sore aku harus dimarahi karena selalu menggangu Umiku masak di dapur, padalah maksudku baik yaitu untuk membantu umi agar masakan berbuka cepat selesai.

” Wis to gak usah ngrusuhi, tuku es batu wae kana. Ben umi wae sing masak” Udahlah gak usah mengganggu, beli es batu saja sana, Biar umi saja yang memasak” Kurang lebih begitulah kata-kata dari umi.

Alhasil hampir selama sebulan aku harus, menanti saat berbuka dengan jalan-jalan untuk menbeli es batu. Walaupun punya lemari es, tapi kami sekeluarga jarang sekali memakainya untuk membuat es batu.

Dan tak kalah menarik juga, saat sahur. Abahku selalu mengetuk pintu kamarku dengan keras. Aku selalu bangun karena kaget akan suara ketokan pintu yang keras itu.

“Fak..safak, sahur”seperti biasa suaraabahku terdengar sangat keras dan tegas

“Iya, abah” jawabku dengan tegas untuk meyakinkan bahwa aku siap untuk sahur.

Pernah beberapa kali aku atau adik-adikku, agak sulit dibangunkan sehingga membuat abah marah-marah lagi.

Lebih lucu lagi ketika kami bangun telat sehinga kami harus terburu-buru menyiapkan makan sahur, dan tak lupa ketingalan kemarahan abah atas kecerobohanku atau adikku.

Walaupun sering dimarahi dan harus berjalan kaki beli es batu, pokoknya aku merindukan saat berpusa bersama keluargaku….

Martabak… hmmmm…

Puasa…

Kebayang masakan-masakan kesukaanku buatan umi di Semarang.

Bobor, tempe kering, pindang, martabak, nasi goring, gudeng, sayur lodeh, ayam goreng, mendoan, Es Blewah, es teh, es dawet dan tak lupa menjelang lebaran yaitu ketupat, lontong opor sama sambal goreng hati dan krupuk udang plus es sirup dll Lapeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeerrrrrrrrrrrrrrrrrrr…………..!

Sebagai rasa rinduku aku ingin menuliskan resep makan diatas satu-persatu. Jika aku gak lupa resepnya aku tulis sendiri. Tapi kalo gak tahu resepnya, terpaksa harus cari tahu di google walaupun rasanya bakal beda dengan masakan asli buatan umi. Sebagai pembuka akan saya sajikan resep martabak buatan umi. Soalnya makanan satu itu selalu sukses aya buat sendiri

Martabak

Bahan:

  • Gandum atau Kulit martabak siap pakai
  • Daun Onclang (aku menyebutnya begitu, kalau gak salah istilah di Bahasa indonesianya daun bawang)
  • Daun Seledri
  • Telur ayam
  • Daging ayam/sapi yang telah dipotong kecil-kecil
  • Garam
  • Penyedap rasa ayam/sapi
  • Minyak goreng

Cara membuat:

  • Campur gandum dengan air matang lalu aduk
  • Panaskan minyak di wajan (penggorengan)
  • Tuangkan koloid gandum (soalnya kalau disebut larutan kurang pantas) ke wajan lalu ratakan hinnga tebal gandum menjadi tipis.
  • Setelah koloid gandum memadat lalu angkat dari kompor dan taruh di tempat yang datar (kulit martabak siap dipakai)
  • Potong daun onclang dan seledri menjadi potongan sepanjang 0,5 cm
  • Kocok telor ayam dalam mangkuk lalu masukkan daging kedalamnya
  • Masukkan garam dan penyedap rasa kedalam mangkuk… aduk rata
  • Masukkan potongan daun onclang dan seledri ke mangkuk tadi
  • Aduk rata
  • Panaskan wajan lalu masukkan semua hal yang ada dimagkuk tadi ke wajan
  • Aduk dengan serok/susruk/spatula hingga terjadi koagulasi pada telur (wadyuh bahasanya)
  • Angkat dari kompor, isi martabak telah jadi
  • Siapkan kulit martabak
  • Taruh 1-2 sendok makan isi martabak diatas kulit martabak.
  • Bungkus isi martabak dengan isinya. (Terserah mau dibentuk apa. Kalo aku pernah bikin bentuk persegi, segi tiga, lonjong, samapi bentuk layang-layang)
  • Ceburkan martabak mentah tersebut ke dalam minyak yang udah panas.
  • Setiap beberapa menit martabak dibalik.
  • Tunggu aja sampai anda mendapatkan warna martabak kesukaan anda.
    1. Coklat keemasan berarti martabak sudah matang ( bagi anda yang biasa-biasa aja)
    2. Kuning berarti martabak anda setengah matang (bagi anda yang suka setengah matang)
    3. Putih berarti martabak anda lupa digoreng (bagi anda yang gak suka gorengan)
    4. Hitam berarti anda ketiduran saat memasak (bagus buat anda yang gemar akan pahitnya obat)
    5. Tapi jangan berharap martabak anda berwarna hijau, merah, atau biru