PR lagi… PR lagi

Beberapa hari yang lalu aku dapet PR dari si Araf, PRnya disuruh bikin kaya ginian. Silahkan baca….

#the age of next birthday

happy-birthday 20Bentar lagi umur ku 20 tahun, baik berdasarkan kalender hijriah maupun masehi

#A place I’d like to travel

my spaceCita-cita dari dulu sampai sekarang

#A favourite place

ruang-makanRuang makan adalah tempat dimana sebuah keluarga berkumpul dalam keadaan gembira

#A favourite food

makananMasakan Umiku adalah yang paling enak. Gak Boong, Beneran. Tanpa unsur pujian sedikitpun. Fakta….

#A favourite thing

Mimpi, Harapan dan DoaMimpi, Harapan dan Doa… satu satunya benda yang akan aku jaga sampai akhir hayatku

#A favourite color

blue-skyBiru, sebuah citra yang luas dan tenang

#A city I was born

majtSemarang… yang penuh kenangan

#A city that I have lived in

patenggang_0207Bandung… yang dipenuhi oleh hari-hari kuliah

#A nickname I had

tips_sukses-agarwanitamendapatsyafaatSyafa’…. dari kata Syafa’at

Buku diatas tulisannya Agar Wanita mendapat Syafaat lho…

Bukan Agar Wanita mendapat Syafa’

#College Major

ist2_4185698_electronicsElektro….

#Name of my love

allah786Segala puji bagi-Nya

#A bad habit

teletubbies-tausta-1280x1024Terlalu baik hati, terlalu suka menolong

Haha… gimana ya cara menghilangkan kebiasaan burukku itu

🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂

#A hobby

as-1Memandang Langit Malam… aku suka

Selesai….

I’m Reborn :: Rising Form

Banyuwangi, 30 Oktober 1989 06.00 wib

Hari itu seorang anak terlahir ke dunia ini. Ia sangat ketakutan melihat dunia barunya karena ia harus menantang silaunya sinar matahari dunia, berbeda saat ia masih ada di dalam kandungan ibunya. Ia menangis keras memohon agar ia tak dilahirkan ke dunia yang kotor ini. Akan tetapi saat ia melihat wajah orang tuanya untuk pertama kalinya, ia merasa yakin ia dapat menaklukan dunianya karena akan ada orang tuanya di sampingnya. Ia yakin senyum orang tuanya mampu memberinya cukup tenaga untuk bertahan. Ia teringat akan janjinya sebelum terlahir pada Allah untuk bersaksi bahwa Allah adalah tuhan semesta alam.

19 tahun berlalu, 30 Oktober 2008 06.00 wib

Kini ia tumbuh menjadi seorang pemuda. Saat itu ia menengok kedalam hatinya dan bertanya siapakah dia. Ia menulis surat cinta pada Tuhannya, dalam suratnya ia meminta maaf atas segala kesalahan selama 19 tahun itu. Ia berdoa agar Allah bisa melahirkan kembali hatinya seperti saat ia lahir. Ia berharap ia menjadi sosok baru setelah itu.

Dalam hatinya ia berkata “ I’m Reborn, Rising Form

Surat Cinta No.1

Selamat malam Tuhanku

Hari ini, untuk pertama kalinya dalam kurun waktu setahun ini aku berpuasa

Untung saja tadi shubuh kau membangunkanku, terimakasih ya Allah

Setelah bangun aku langsung mencoba membangunkan beberapa teman kosku

Hmm… sehabis itu aku cari makan sahur, ya Allah

Tapi, maaf seribu maaf ya Allah karena aku tak menghabskan semua nasiku

Soalnya porsi nasinya emang banyak sekali ya Allah.

Ya Allah, saat aku menjalani puasa ini aku merasa sangat senang

Apakah kau mau tahu ya Allah

Tentu saja kau sudah tahu ya Allah karena Kau zat yang Maha Tahu

Hari ini aku senang karena aku tak merasakan perut yang terlalu kenyang

Bagiku perut yang terlalu kenyang sangat tidak nyaman

Tapi, aku juga harus jujur ya Allah

Tadi sore aku sangat kelaparan… hehehe…

Aapi entah kenapa lapar itu malah terasa nikmat

Anehkan ya Allah :p

Ya Allah

Boleh aku minta sesuatu padaMu

Aku ingin kau memberiku seorang sahabat

Seorang sahabat seperti yang pernah aku miliki waktu aku SD

Oh ya…

Aku juga minta

Maukah kau mengajariku tentang cinta

Cinta yang paling mulia yang pernah ada

Sampai disini saja suratku Ya Allah 😉

Pintaku yang terakhir adalah jagalah tidur malamku I-)

Semangat IP 4 MSTEI 2007

OK Akh (akhi)
MSTEI…MSTEI…MSTEI
OK Ukh (Ukhti)
MSTEI…MSTEI…MSTEI
OK Semua
MSTEI…MSTEI…MSTEI


MSTEI
IP 4
MSTEI
IP 4
MSTEI
IP 4


Jreng ..jreng..jreng..jreng..jreng
Baca syahadat
Jreng ..jreng..jreng..jreng..jreng
Tak lupa sholat
Jreng ..jreng..jreng..jreng..jreng
Rajin puasa
Jreng ..jreng..jreng..jreng..jreng
Tak lupa zakat
Jreng ..jreng..jreng..jreng..jreng
Haji… bila mampu