1.5 Hz (Bagian 8)

“Kak, sedang apa kau disini?”

Aku hanya diam mendengar pertanyaannya. Pikiranku sangat kacau, ingin meledak rasanya tubuh ini. Habis sudah jiwa ini tercabik-cabik. Kesedihan, kemarahan tercampur ganas dalam dadaku kini. Sesak dan tangisan yang terisak… . Kini aku merasa dipermainkan oleh sang waktu, mereka berkata hidupku tak akan panjang lagi. Dan penyakit terkutuk ini, membunuhku perlahan. Dulu aku mengharap kematian cepat datang padaku, tapi kini aku takut mati. Aku tak mau berpisah lagi dengan adikku, aku telah mencintainya dengat amat sangat. Aku ingin melindunginya sampai ke pelaminannya.

“Dik, jangan kau cintai kakakmu ini secara berlebihan atau aku akan sulit pergi melepaskanmu. Cintailah segala sesuatu ala kadarnya, bisa jadi apa yang kau cintai sekarang akan menjadi sesuatu yang kau benci kelak” batinku

“Aku tak tahu apa yang sedang kakak pikirkan. Tapi aku ingin kakak tahu bahwa kakak memiliki aku, adikmu” katanya dengan nada halus

Mendengar ucapannya, tangisanku semakin menjadi. Dan angin sore berhembus kuat melewati sekujur tubuhku yang basah akan keringat dingin. Sayup-sayup firman-Nya berbisik dalam hatiku.

Di cakrawala sang matahari terbenam syahdu…
Ketika langit bersenandung tahmid tanpa ragu…
Berakhirpula ramadhanku…
Detak jantungku, laguku…


Advertisements

Lebaran Idul Fitri

Setelah Berpuasa Satu Bulan Lamanya
Berzakat fitrah Menurut Perintah Agama
Kini Kita BerIdul fitri Berbahagia
Mari Kita Berlebaran Bersuka Gembira

Berjabatan Tangan Sambil Bermaaf – Maafan
Hilang Dendam Habis Marah Di Hari Lebaran
Berjabatan Tangan Sambil Bermaaf – Maafan
Hilang Dendam Habis Marah Di Hari Lebaran

Minal Aidin Wal faizin
Maafkan Lahir dan Batin
Selamat Para Pemimpin
Rakyatnya Makmur Terjamin

Minal Aidin Wal faizin
Maafkan Lahir dan Batin
Selamat Para Pemimpin
Rakyatnya Makmur Terjamin

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Setiap perjumpaan pasti memiliki perpisahan, begitu pula dengan bulan ramadhan. Ia datang lalu pergi untuk kembali lagi. Orang-orang yang di waktu ramadhan mendadak santri kini kembali ke sosok premannya. Masjid yang ramai akan tadarus dan tilawah kini sepi kembali. Malam-malam yang sesak akan doa-doa kini menjadi kosong lagi.

Akan tetapi, ramadhan tentu saja tidak akan pergi tanpa meninggalkan sesuatu yang indah untuk mereka yang mencintainya. Kepergian ramadhan memberikan sebuah hari kemengan bagi orang-orang yang telah berjuang keras memerangi hawa nafsunya, itulah Idul Fitri. Idul Fitri, ketupat, takbiran dan bermaaf-maafan.

Ahhhh…. Sekali lagi lebaran tahun ini harus aku habiskan di kota semarang. Makan ketupat, mengunjungi makam bergota dan baca sms lebaran yang masuk ke hpku, bermain laptop, membuka facebook, uhhh… semuanya biasa. Walau sangat biasa, paling tidak dengan adanya facebook, aku mendapatkan beberapa foto-foto cantik lebaran dari temen-temenku.

Ini dia foto-fotonya:

Dari Yazid Musyafa

Dari Yazid Musyafa

Dari Della

Dari Della

Dari Nisa'ul

Dari Nisa'ul

Dari Raisha

Dari Raisha

Dan untuk lebaran ini aku baru mengumpulkan 27 sms lebaran dari teman-teman (updated 20.09.2009 15.40)

Dan masih ada lagi yang lainnya yang berupa ucapan lebaran lewat wall fb, lewat chat dsb

Ayooo… ayooo siapa yang belum minta maaf ke aku… wkwkwkwk…

Sebenernya aku juga pengen ngirim sms ucapan lebaran ke teman-teman. Tapi, karena minimnya pulsa mungkin smsnya bakal dateng agak telat dikit… Pengen juga pasang foto-foto ucapan lebaran di FB trus nge-tag temen-temen tapi gak jadi soalnya dah terlalu banyak yang melakukan cara seperti itu, dah biasa -___-“…. Entar deh, kemungkinan lewat sms aja yang simpel yang gak usah pake puisi-puisian tapi ngena ke hati. Buat teman-teman yang mau memberi maaf ke aku jangan tunggu smsku dong, kasihanilah aku…. T.T. Dan buat para pembaca blog ini, penulis mau mengucapkan minta maaf kalau saja selama nge-blog pernah melakukan kesalahan  yang aku sengaja maupun tak aku sengaja. Jangan suka menyimpan dendam ya, gak baek buat kesehatan tuh…

Akhir kata, Selamat Idul Fitri 1430 H

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum (Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian)

Minal Aidin Wal Faizin, Mohon maaf lahir dan batin…

Tambahan:

  1. Minal ‘Aidin wal Faizin = Penulisan yang benar
  2. Minal Aidin wal Faizin = Juga benar berdasar ejaan indonesia
  3. Minal Aidzin wal Faidzin = Salah, karena penulisan “dz” berarti huruf “dzal” dalam abjad arab
  4. Minal Aizin wal Faizin = Salah, karena pada kata “Aizin” seharusnya memakai huruf “dal” atau dilambangkan huruf “d” bukan “z”
  5. Minal Aidin wal Faidin = Juga salah, karena penulisan kata “Faidin”, seharusnya memakai huruf “za” atau dilambangkan dengan huruf “z” bukan “dz” atau “d”
  6. Yang bener Taqabbalallahu, bukan Taqaballahu