Puisi… Untuk apa?

Rangkaian kata-kata.
Dan keindahan yang direkayasa.
Bohong… tak bisa berbuat apa.

Kata-kata yang sulit dicerna.
Dalam berbagai tafsiran yang berbeda.

Andai suara hati terdengar oleh telinga.
Sang penyair tiada berguna.

Andai aku tahu perasaanmu padaku.
Andai kau tahu aku menangis untukmu.
Akan kubuang puisi-puisiku.

Advertisements

3 Responses

  1. baru kali ini aku mudeng puisi mas mus.
    semangat mas, jangan sampe berhenti nulis puisi..
    karna aku baru mengenal 1 dari sekian banyak cowo yang suka nulis puisi..yaitu kamu.
    jarang banget lho…
    makanya, kudu dilestarikan

    yah… kalo puisi ini emang aku bikin dengan kata-kata yang sederhana
    “kudu dilestarikan?” GUNDULMU…. emangnya aku hewan yang hampir punah

  2. Such a lovely poem :). Intip nih puisiku :), ngasal aja sih bikinnya :).

    [sya]
    makasih, ya ntar aku intip puisinya jeng sri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: