Martabak… hmmmm…

Puasa…

Kebayang masakan-masakan kesukaanku buatan umi di Semarang.

Bobor, tempe kering, pindang, martabak, nasi goring, gudeng, sayur lodeh, ayam goreng, mendoan, Es Blewah, es teh, es dawet dan tak lupa menjelang lebaran yaitu ketupat, lontong opor sama sambal goreng hati dan krupuk udang plus es sirup dll Lapeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeerrrrrrrrrrrrrrrrrrr…………..!

Sebagai rasa rinduku aku ingin menuliskan resep makan diatas satu-persatu. Jika aku gak lupa resepnya aku tulis sendiri. Tapi kalo gak tahu resepnya, terpaksa harus cari tahu di google walaupun rasanya bakal beda dengan masakan asli buatan umi. Sebagai pembuka akan saya sajikan resep martabak buatan umi. Soalnya makanan satu itu selalu sukses aya buat sendiri

Martabak

Bahan:

  • Gandum atau Kulit martabak siap pakai
  • Daun Onclang (aku menyebutnya begitu, kalau gak salah istilah di Bahasa indonesianya daun bawang)
  • Daun Seledri
  • Telur ayam
  • Daging ayam/sapi yang telah dipotong kecil-kecil
  • Garam
  • Penyedap rasa ayam/sapi
  • Minyak goreng

Cara membuat:

  • Campur gandum dengan air matang lalu aduk
  • Panaskan minyak di wajan (penggorengan)
  • Tuangkan koloid gandum (soalnya kalau disebut larutan kurang pantas) ke wajan lalu ratakan hinnga tebal gandum menjadi tipis.
  • Setelah koloid gandum memadat lalu angkat dari kompor dan taruh di tempat yang datar (kulit martabak siap dipakai)
  • Potong daun onclang dan seledri menjadi potongan sepanjang 0,5 cm
  • Kocok telor ayam dalam mangkuk lalu masukkan daging kedalamnya
  • Masukkan garam dan penyedap rasa kedalam mangkuk… aduk rata
  • Masukkan potongan daun onclang dan seledri ke mangkuk tadi
  • Aduk rata
  • Panaskan wajan lalu masukkan semua hal yang ada dimagkuk tadi ke wajan
  • Aduk dengan serok/susruk/spatula hingga terjadi koagulasi pada telur (wadyuh bahasanya)
  • Angkat dari kompor, isi martabak telah jadi
  • Siapkan kulit martabak
  • Taruh 1-2 sendok makan isi martabak diatas kulit martabak.
  • Bungkus isi martabak dengan isinya. (Terserah mau dibentuk apa. Kalo aku pernah bikin bentuk persegi, segi tiga, lonjong, samapi bentuk layang-layang)
  • Ceburkan martabak mentah tersebut ke dalam minyak yang udah panas.
  • Setiap beberapa menit martabak dibalik.
  • Tunggu aja sampai anda mendapatkan warna martabak kesukaan anda.
    1. Coklat keemasan berarti martabak sudah matang ( bagi anda yang biasa-biasa aja)
    2. Kuning berarti martabak anda setengah matang (bagi anda yang suka setengah matang)
    3. Putih berarti martabak anda lupa digoreng (bagi anda yang gak suka gorengan)
    4. Hitam berarti anda ketiduran saat memasak (bagus buat anda yang gemar akan pahitnya obat)
    5. Tapi jangan berharap martabak anda berwarna hijau, merah, atau biru
Advertisements

One Response

  1. saya suka martabak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: