NIM tag dan Air Keran

Beberapa hari lalu aku mengikuti acara Diklat Mentoring Terpusat(DMT). Pada hari yang bersamaan aku juga harus mengikuti Masa Bina Cinta (MBC) HME ITB. Akan tetapi NIM Tag milikku yang mati membantuku mengambil keputusan untuk mengikuti DMT. Karena saat-saat DMT tidak menjadi pokok pembicaraan maka aku percepat ceritanya sampai saat aku menyelesaikan DMT dan mampir ke kos milik temanku Araf Pratamanaim. Disitu aku dibantu temanku Araf, rachmad, Yanwar, dan Agung untuk membenahi NIM tag milikku. Dari pada ngurusin NIM tag yang belum tahu bisa dibetukkan apa tidak maka aku pun memesan soto ayam untuk makan. Seusai makan kami pun sholat Isya’. Waktu saat itu kira-kira sekitar pukul 19.30 kami semua berangkat ke kampus untuk mengikuti acara kelanjutan MBC. Aku teringat dengan ponco yang tidak aku bawa dan botol aquaku yang hanya terisi setengah. Lalu solusi yang aku ambil yaitu meminjam celana ponco milik si Rachmad dan mengisi botol aqua dengan air keran.

Karena Nim tag yang mati aku dihukum oleh para swasta. Pertama-tama aku harus menemui kak Feri untuk meminta hukuman yang pantas bagiku. Lalu aku temui ia. Kak Feripun menanyakan alasanku sampai dihukum dan menyuruhku untuk memilih hukumanku sendiri. Aku sendiri bingung hukuman apa yang pantas bagiku. Lalu seorang swasta menyuruhku guling-guling di tanah. BODOH…. Batinku dalam hati dan menolank sangat… lalu mereka mengganti hukuman dan menyuruhku lompat jongkok. Dengan sombongnya pun aku menolaknya. Merekapun mengganti hukuman dan menyuruhku “mengejakulasi” didepan mereka. Sontak aku kaget dan menolaknya. Tapi merekapun menjelaskan bahwa ku hanya disuruh mengeja-“kulasi” K-U-L-A-S-I dan mereka berargumen bahwa aku harus mengubah cara pandang teman-temanku tentang mengeja-kulasi. Karena aku sudah capai tawar menawar hukuman akhirnya ku iyakan permintaan mereka. Tapi aku meminta maklum pada swasta jika suaraku pelan karena memang bawaan dari sananya, walaupun maksudku biar gak didenger orang banyak. Dan Akhirnya cerita inipun mencapai klimaksnya. Saat akhir acara mbc aku diberi semacam makanan dari agar-agar + bawang putih + sambiroto. Para Swasta meminta kami memakannya dengan maksud menguji rasa kepercayaan kami pada mereka. Bodohnya aku! Kenapa aku telan semua makan yang rasanya pahit luar biasa itu! Tak berpikir panjang aku ambil botol aquaku yang berisi air keran dan akhirnya lega pula tenggorokanku… Aku dah lupa dengan wujud air keran itu yang ada dalam pikiranku saat itu adalah air segar yang melegakan.

Setelah pulang MBC aku cari makan enak bersama Yanwar dan Rachmad lalu tidur di kosan Yanwar. Soalnya beberapa hari sebelumnya mereka telah menjajah kamar kos ku.  “Gantian”

Yah… dengan perantara NIM Tag aku dilantik menjadi mentor dan gara-gara NIm tag pula ku di hukum.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: