Posted on January 14, 2009 by Muchamad Musyafa
Assalamu’alaikum
Sekedar pemberitahuan bahwa puisi dan cerpen yang telah ada / akan ada di blog ini bukanlah seluruhnya pengalaman pribadi penulis semata. Beberapa terinspirasi dari pengalaman pribadi, namun banyak juga yang terinspirasi dari kisah orang lain misalnya dari teman, film, dsb. Penulis hanya mencoba ikut merasakan apa yang mereka rasakan.
Haha… Jadi, jangan pikir yang tidak-tidak saat [...]
Filed under: Uncategorized | Tagged: Pengakuan, penulis, Puisi | 3 Comments »
Posted on January 13, 2009 by Muchamad Musyafa
Rangkaian kata-kata.
Dan keindahan yang direkayasa.
Bohong… tak bisa berbuat apa.
Kata-kata yang sulit dicerna.
Dalam berbagai tafsiran yang berbeda.
Andai suara hati terdengar oleh telinga.
Sang penyair tiada berguna.
Andai aku tahu perasaanmu padaku.
Andai kau tahu aku menangis untukmu.
Akan kubuang puisi-puisiku.
Filed under: Puisi, Uncategorized | Tagged: isi hati, perasaan, Puisi | 3 Comments »
Posted on December 25, 2008 by Muchamad Musyafa
Bening dan dingin
Jatuh tergesa tak peduli apa
Ramai suasana tercipta dansa
Jatuh loncat berkejaran
Hampiri bunga yang haus rasa
Selimuti pasir yang kian merana
Mengisi ruang jiwa yang kosong menganga
Atasmu alam bahagia
Katak,daun dan angin bersenandung ria
Memang kau dicipta untuk memelihara
Kau mengalir tanpa putus asa
Mengalir bersama air lara
Mengalir bagai sungai hati
Kau mirip aku
Sulit bersama sang mentari
Menangis hingga langit memutih
Dan pergi menghilang
Berganti [...]
Filed under: Catatan harian, Puisi, Uncategorized | Tagged: hujan, Puisi, rain | 3 Comments »
Posted on December 6, 2008 by Muchamad Musyafa
Hancur lapuk terkubur dengan nama kegagalan
Terbalas dengan sebuah jeritan tajam
Dan aroma busuk menghinakan
Menyambar tak mati
Pagiku telah lalai
Mengecup manis yang tawar
Dalam kepalsuan
Langkahpun terikat jerat
Berat, keparat, bangsat
Namun hasrat memenangkan segalanya
Dan suara lari semakin mantap
Detak jantung ini menjadi derap langkah
Keringat basah membanjiri gundah
Dan mimpi-mimpi yang patah
Dapatkah sekali lagi ia menyatu indah
Sakit [...]
Filed under: Catatan harian, Harapan, Puisi, Uncategorized | Tagged: dreams, hasrat, mimpi, Passion, Puisi | 2 Comments »
Posted on September 6, 2008 by Muchamad Musyafa
Sebanyak apapun rasa benci di dunia, cinta akan pernah mati
Filed under: Puisi, Uncategorized | Tagged: benci, Cinta, Puisi | Leave a Comment »
Posted on September 6, 2008 by Muchamad Musyafa
Hati ini menjadi gemuruh ombak
Bergulung mengempas pantai
Langkah ini terhenti segera
Pikiranpun menghilang entah kemana
Apakah ini cinta?
Caramu bersyair…
Caramu berperan
Aku terbisu
Tak ada pentunjuk bagiku
Apa-apaan semua ini
Apakah ini cinta?
Mengapa aku berkorban
Mengapa aku berlari
Mengapa demimu
Ada sesuatu yang besar dalam hati ini
Panas membakar ruang kosong itu
Apakah ini cinta
Aku jatuh cinta
Catatan:
Cuma pengen tahu aja, begitukah rasa yang dialami saat manusia jatuh cinta
Jatuh [...]
Filed under: Puisi, Uncategorized | Tagged: Cinta, Puisi | Leave a Comment »
Posted on September 1, 2008 by Muchamad Musyafa
Desir angin ini membelaiku
Cahaya mentari menyapu wajahku
Tapi…
Kenapa kau diam membisu
Sinar wajahmu meredup muram
Siapakah yang mencuri semangatmu
Adakah luka padamu
Masihkah keraguan menyelimutimu
Mengapa kau tak tahu
Kau tak tahu aku disampingmu
Mengapa kau tak mau berkisah padaku
Berkisah tentang luka itu
Kau tak pernah menghiraukanku
Padahal aku disampingmu
Aku yang setia menunggumu
Jabat tangan ini
Biarkan tangan ini membantumu
Biarkan pundak ini menjadi sandaranmu
Terbanglah tinggi, aku sayapmu
Menyelamlah [...]
Filed under: Puisi, Uncategorized | Tagged: kesetiaan, kisah, Puisi, Sahabat | Leave a Comment »
Posted on August 27, 2008 by Muchamad Musyafa
Filed under: Catatan harian, Puisi, Uncategorized | Tagged: aku, Cinta, curahan hati, Islam, kamu, mawar, Puisi, Ramadhan, rindu | 1 Comment »
Posted on August 18, 2008 by Muchamad Musyafa
Cukuplah larimu hari ini kawan
Hinggaplah dalam ayunan gelap menenangkan
Bersihkan lukamu, buang perihmu
Rebahkan mimpimu seindah awan
Wajahmu tenang
Nafasmu mengayun lirih
Matamu tenggelam perlahan
Bermimpilah kawan
Angankan senyummu
Dapatkan semua cintamu
Ku disini kan menjagamu
Tidurlah kawan
Aku di sampingmu
Filed under: Puisi | Tagged: letih, lucu, Puisi, Teman-teman, tidur | 1 Comment »
Posted on August 6, 2008 by Muchamad Musyafa
Kerlip kota di pagi buta
Gedung hitam penuh kenangan
Air mengalir dengan bayangan
Beserta udara beku mengiris jiwa
Langkah langkah lirih diatas batu
Air hujan basahi kaki ini
Tetes air kesedihan tercurah
Hatipun tak sanggup berdiri lagi
Aku terjatuh
Pagiku telah hilang
Tak ada lagi cahaya
Hanya tetes air membasahi perih luka
Semua telah berubah
Tak ada lagi ikatan
Berpisah kisah, usai sudah
(hehe…. latihan [...]
Filed under: Uncategorized | Tagged: hujan, kenangan, kesedihan, pagi, perpisahan, Puisi | 1 Comment »