Posted on March 21, 2009 by Muchamad Musyafa
Ketuk… mengetuk..
Langkah kakiku mengetuk
Mengetuk jiwa sepi sana-sini.
Bara-membara
Semangatku membara api
Membakar kebekuan mimpi
Jiwa pemberani telah bangkit.
Pendekar legenda telah datang
Aku memilih takdirku
Takdir berasal dari mimpi
Masa depan adalah hari ini
Dan kekuatan adalah cinta itu sendiri
Mempermainkan ruang dan waktu
Menjadi titik kritis dalam sejarah
Akulah sang pemberi keputusan
Filed under: Puisi | Tagged: api, beku, Cinta, jiwa, keputusan, kritis, legenda, membakar, membara, mimpi, pemberani, pendekar, ruang, Sejarah, semangat, sepi, takdir, waktu | 2 Comments »
Posted on January 29, 2009 by Muchamad Musyafa
Pagi itu udara sangat terasa sejuk. Kesejukan yang berbalut sinar hangat mentari yang masih malu. Dan kehangatan yang sama persis hangatnya dengan perasaanku saat itu. Kabut tipis menyapu semua benda yang ada di sekelilingku. Dan sinar putih seputih susu menerjang kabut-kabut itu.
Langkahku pelan, pelan di belakang sosok itu. Sosok wanita yang umurnya tak jauh beda [...]
Filed under: Cinta, kisah | Tagged: aku, Cinta, ia, kisah, langit, pagi | 2 Comments »
Posted on September 6, 2008 by Muchamad Musyafa
Sebanyak apapun rasa benci di dunia, cinta akan pernah mati
Filed under: Puisi, Uncategorized | Tagged: benci, Cinta, Puisi | Leave a Comment »
Posted on September 6, 2008 by Muchamad Musyafa
Hati ini menjadi gemuruh ombak
Bergulung mengempas pantai
Langkah ini terhenti segera
Pikiranpun menghilang entah kemana
Apakah ini cinta?
Caramu bersyair…
Caramu berperan
Aku terbisu
Tak ada pentunjuk bagiku
Apa-apaan semua ini
Apakah ini cinta?
Mengapa aku berkorban
Mengapa aku berlari
Mengapa demimu
Ada sesuatu yang besar dalam hati ini
Panas membakar ruang kosong itu
Apakah ini cinta
Aku jatuh cinta
Catatan:
Cuma pengen tahu aja, begitukah rasa yang dialami saat manusia jatuh cinta
Jatuh [...]
Filed under: Puisi, Uncategorized | Tagged: Cinta, Puisi | Leave a Comment »
Posted on September 6, 2008 by Muchamad Musyafa
Selamat pagi, Allah
Terimakasih karena Kau telah membangunkanku, mengajakku untuk sahur…
Tadi aku sempat kaget lho…, kenapa? Soalnya aku mendengar dendang arak-arakan sahur keliling. Soalnya sejak hari pertama sahur, arak-arakan sahur itu tidak ada. Sempat aku berpikir bahwa tahun ini tak ada arak-arakan yang membangunkanku untuk sahur. Tapi, ternyata dugaanku salah dan aku senang karena dugaanku [...]
Filed under: Catatan harian, Islam, Surat Cinta, Uncategorized | Tagged: bahagia, Cinta, pengalaman, sedih | Leave a Comment »
Posted on September 1, 2008 by Muchamad Musyafa
Selamat malam Tuhanku
Hari ini, untuk pertama kalinya dalam kurun waktu setahun ini aku berpuasa
Untung saja tadi shubuh kau membangunkanku, terimakasih ya Allah
Setelah bangun aku langsung mencoba membangunkan beberapa teman kosku
Hmm… sehabis itu aku cari makan sahur, ya Allah
Tapi, maaf seribu maaf ya Allah karena aku tak menghabskan semua nasiku
Soalnya porsi nasinya emang banyak sekali ya [...]
Filed under: Catatan harian, Surat Cinta, Uncategorized | Tagged: Cinta, Doa, Harapan, Islam, Ramadhan, Sahabat, Terima kasih | Leave a Comment »
Posted on August 27, 2008 by Muchamad Musyafa
Filed under: Catatan harian, Puisi, Uncategorized | Tagged: aku, Cinta, curahan hati, Islam, kamu, mawar, Puisi, Ramadhan, rindu | 1 Comment »