Ketuk… mengetuk..
Langkah kakiku mengetuk
Mengetuk jiwa sepi sana-sini.
Bara-membara
Semangatku membara api
Membakar kebekuan mimpi
Jiwa pemberani telah bangkit.
Pendekar legenda telah datang
Aku memilih takdirku
Takdir berasal dari mimpi
Masa depan adalah hari ini
Dan kekuatan adalah cinta itu sendiri
Mempermainkan ruang dan waktu
Menjadi titik kritis dalam sejarah
Akulah sang pemberi keputusan

Filed under: Puisi | Tagged: api, beku, Cinta, jiwa, keputusan, kritis, legenda, membakar, membara, mimpi, pemberani, pendekar, ruang, Sejarah, semangat, sepi, takdir, waktu










Aku hilang
Langkahku melayang
Tak mengerti?
Jua
aku berlaga dengan cintaku
karena dia tidak mau jua menuruti kehendakku
karena akulah yang menentukan takdirku
hehe
boleh disambung pake kata-kata yang itu kan