Hahahaha….
Setelah tahun lalu gak sempat pulang ke Semarang akibat gak ada waktu libur yang cukup buat pulang, akhirnya tahun ini aku bisa menyempatkan diri untuk pulang ke Semarang walaupun cuma 3 hari lamanya.
Kalau idul fitri umiku masak ketupat opor dan sambal goreng ati, seperti biasa kalau waktunya idul adha, umiku biasanya (kalo ada rejeki) memasak nasi kebuli kambing, masakan kesukaan satu rumah. Dan akhirnya tahun ini aku bisa menikmati masakan itu lagi setelah tahun lalu tidak.
Mungkin kebanyakan orang masih banyak yang belum kenal dengan masakan yang satu ini, sedangkan aku sendiri bingung mau menjelaskannya. Berdasarkan hasil browsing, maka dapat disimpulkan bahwa :
1.Bagi warga keturunan Arab, nasi kebuli merupakan hidangan wajib pada peringatan Maulid Nabi. Mereka umumnya menyantap hidangan ini lengkap dengan olahan daging kambing.
2. Rasanya gurih dengan harum aroma kapulaga, cengkih, merica, dan juga kayu manis tajam namun tidak berlebihan
Keluargaku tahu masakan ini dari keluarga abahku (ayahku) yang memiliki garis keturunan orang arab, nama AlQadri juga berasal dari keluarga abahku yang berketurunan arab. Emang sulit dipercaya kalo melihat fisikku yang jauh dari keturunan orang arab, hahaha… kebanyakan maen di sawah sih.
Semua ami-ku (pamanku dari pihak ayah – bahasa arab) suka dengan masakan ini, dan anehnya umiku yang keturunan jawa asli suka dengan masakan ini (jarang-jarang orang jawa suka ama nasi kebuli). Walaupun begitu dari tangan wanita jawa inilah aku merasakan nasi kebuli terenak yang pernah aku makan jika dibandingkan nasi kebuli buatan istri ami-ku (bibiku). Pernah di kampus ada kantin yang menyediakan nasi kebuli ini, tapi rasanya masih kalah jauhlah.
Penasaran ama rasa dan resepnya??? silakan googling sendiri yah… banyak kok yang situs-situs buka resep nasi kebuli.
Filed under: Makanan | Tagged: arab, idul adha, kambing, kebuli, maulid, maulid nabi, nasi kebuli | Leave a Comment »










































Ya dia adalah facebook yang kalo diartikan secara bodoh berari buku muka. Sesuai dengan namanya, facebook (buku muka) mencerminkan kenarsisan seseorang untuk menunjukkan muka-muka mereka ke depan publik. Manusia memiliki sifat yang ingin selalu dihargai oleh orang lain, maka web-web jejaring sosialpun laris manis di pasaran dunia maya. Diantara beberapa situs jejaring sosial yang ada, tampaknya kini facebook sedang menempati posisi teratas dibanding para seniornya seperti friendster, multiply. Mengikuti kesuksesan facebook, hadir pulalah beberapa situs jejaring soal yang hampir mirip dengan facebook seperti plurk, twitter dsb yang tetap masih kalah dengan facebook yang memiliki banyak keunggulan (yang sering maen internet pasti tau lah).
Karena virus itulah, banyak para blogger menjadi malas ngeblog lagi. Danujung-ujungnya kemampuan menulis merekapun menjadi tidak terasah lagi. Facebook telah memanjakan mereka dengan adanya fasilitas “status update”. Dengan fasilitas tersebut seseorang dapat dengan mudah menuangkan apa yang ada dalam pikiran mereka dalam beberapa kata saja. Dan hanya dengan menuliskan apa yang ada dalam pikiran mereka dalam beberapa kata saja mereka sudah mendapatkan apresiasi melalui komentar-komentar dari beberapa friends yang mereka miliki di facebook. Lain halnya dengan blog dimana kita harus menuangkan sebuah tulisan dalam beberapa paragraf yang sistematis agar mudah dipahami oleh orang lain. Dan terkadang apresiasi dari pembacapun tidak seberapa ditandai dengan sedikitnya komentar yang diberikan pada tulisan tersebut. Dan akibatnya tak tanggung-tanggung, banyak sekali para blogger mlupakan blog-blog mereka (termasuk aku juga sih…)






