Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »
I’m Reborn ‘i!l|l!i’ Climax Form

March, The Climax Form
Udah lama nggak nulis diblog ternyata, kini blog ini kembali dengan judul
“I’m Reborn | Climax Form”
Semoga yang aku tulis di blog ini bermanfaat untuk para pembaca.
Salam dari penulis…
Filed under: pemberitahuan | Tagged: blog, Climax, Form, March, Maret, Reborn, wordpress | Leave a Comment »
Laut
Laut… di depanku terhampar sebuah laut yang begitu luas. Dan tak lupa sebuah matahari yang kini tampak malu di balik garis horizon sana. Langit dan lautnya tampak memadu serasi saat itu. Serasi seperti sepasang kekasih yang takkan mampu dipisahkan. Ya, takkan ada seorangpun yang mampu memisahkan langit dan laut itu. Bereka berdua berhimpit indah dalam garis horizon dimana sang nelayan hanya tampak seperti titik hitam mungil mengambang.
Aku duduk di tepi bibir sang laut. Sekali-kali aku melihat beberapa burung laut yang berkejaran dengan temannya dan ada juga yang menantang bermain kepada angin kencang. Ombak-ombak laut tak kenal lelahnya menyerbu batu karang menunjukkan kekuatannya. Dan Batu karang hanya tersenyum diam melecehkan usaha ombak yang sia-sia.
Tapi aku sendiri, hanya bersama alam aku tersenyum sepi. Aku ingin menjadi debur ombak yang menyatu dalam kemeriahan tarian laut. Menjadi buih dan lenyap hilang dalam kesendirianku ini. 
Filed under: Karyaku, kisah | Tagged: aku, alam, buih, laut, matahari, ombak, Salam, sapa, sendiri, sepi, sunset, terbenam | Leave a Comment »
PR lagi… PR lagi
Beberapa hari yang lalu aku dapet PR dari si Araf, PRnya disuruh bikin kaya ginian. Silahkan baca….
#the age of next birthday
Bentar lagi umur ku 20 tahun, baik berdasarkan kalender hijriah maupun masehi
#A place I’d like to travel
Cita-cita dari dulu sampai sekarang
#A favourite place
Ruang makan adalah tempat dimana sebuah keluarga berkumpul dalam keadaan gembira
#A favourite food
Masakan Umiku adalah yang paling enak. Gak Boong, Beneran. Tanpa unsur pujian sedikitpun. Fakta….
#A favourite thing
Mimpi, Harapan dan Doa… satu satunya benda yang akan aku jaga sampai akhir hayatku
#A favourite color
Biru, sebuah citra yang luas dan tenang
#A city I was born
Semarang… yang penuh kenangan
#A city that I have lived in
Bandung… yang dipenuhi oleh hari-hari kuliah
#A nickname I had
Syafa’…. dari kata Syafa’at
Buku diatas tulisannya Agar Wanita mendapat Syafaat lho…
Bukan Agar Wanita mendapat Syafa’
#College Major
Elektro….
#Name of my love
Segala puji bagi-Nya
#A bad habit
Terlalu baik hati, terlalu suka menolong
Haha… gimana ya cara menghilangkan kebiasaan burukku itu
#A hobby
Memandang Langit Malam… aku suka
Selesai….
Filed under: Catatan harian, Uncategorized | Tagged: 20, angkasa, bandung, biru, dapur, Doa, elektro, Harapan, langit, love, Masakan, mimpi, night, PR, semarang, sky, space, syafa, tahun, tentang aku | 7 Comments »
Kamen Rider Decade :: Destroy Everything, Connect Everything

Dark Kiva (Taiga) :: Kiva Emperor Form ( Kurenai Wataru ) :: Kiva ( Kurenai Masao ) :: Ixa (Nago) :: Garuru :: Basha :: Dogga
Ahaaa… Akhirnya selesai juga serial kamen Rider Kiva dengan 48 episodnya. Mengingat kini telah tahun 2009, makan tentu saja akan ada serial kamen rider baru. Dan untuk tahun ini, Hesei meluncurkan Kamen Rider Decade. Di serial ini, kita tidak akan melihat kamen Rider Decade saja akan tetapi juga 9 Kamen Rider pendahulunya seperti Kuuga, Agito, Ryuki, Faiz, Blade, Hibiki, Kabuto, Den-O, dan Kiva.
Berbeda dengan beberapa pendahulunya Kabuto, Den-O dan Kiva yang

Decade and 9 Kamen Riders
bermain konsep penjelajahan waktu. Kini Decade bermain dalam konsep penjelajahan ruang yaitu konsep dunia paralel.
Diserial ini, Decade mampu merubah diriya menjadi 9 Kamen rider pendahulunya. Akan tetapi, di episode awal ia belum bisa menggunakan kemampuan itu sepenuhnya.
Dan kata-kata yang menjadi tema Kamen Rider ini adalah Destroy Everything, Connect Everything
Cerita Dimulai oleh seorang Kadoya Tsukasa. Seorang pemuda yng bekerja sebagai tukang foto di sebuah studio foto. Diceritakan bahwa ia tiba-tiba muncul di kota itu. Tsukasa sendiri tidak tahu asalnya dan apa tujuannya ia disana. Seluruh objek fotonya selalu memberikan hasil foto yang jelek, seakan-akan dunia tidak menerima keadaannya.

Kehancuran dunia paralel
Pada Suatu hari, Berbagai macam monster muncul dimana-mana. Saat itu pula Tsukasa bertemu seorang Kurenai Wataru yang sebenarnya adalah seorang Kiva. Wataru menjelaskan pada Tsukasa bahwa ada 9 Dunia lain yang palalel dengan dunia tempat Tsukasa sekarang tinggal. 9 Kelompok Kamen Rider lahir di 9 dunia itu. 9 dunia itu saling bebas tak terkait dan memiliki kisahnya masing-masing. Namun sekarang, kisah-kisah itu bergabung. Dan itulah sebabnya mengapa dunia-dunia itu menjadi satu dan kerusakan terjadi dimana-mana. Dan Jika semuanya diteruskan maka 10 Dunia termasuk dunia tempat Tsukasa kini berada akan hancur. Dan salah satu cara untuk mencegah hal itu terjadi adalah dengan menghancurkan seluruh kamen rider yang ada diseluruh dunia itu. Dan itulah tugas Tsukasa sebagai seorang Decade.

Black Kuuga Vs Decade
Diakhir cerita kamen rider ini, kita pasti akan menyimpulkan bahwa Decade adalah Kamen Rider terkuat yang pernah ada.
Hmm…. setelah menonton 2 episod, cuma hal itu yang aku tahu. Sebenarnya masih banyak lagi pertanyaan di benakku.
1. Siapakah Tsukasa sebenarnya?
2. Dari dunia mana Tsukasa berasal.
3. Untuk menyelamatkan dunia, kenapa Decade harus menghancurkan kamen rider yang ada di 9 Dunia lainnya?
4. Kalo Kamen rider dari 9 dunia lainnya dihancurkan. Trus yang bakal bunuh monsternya siapa?
5. Siapakah musuh sebenarnya?

Ini bukan Faiz, Kabuto, Hibiki tapi ini semua adalah Decade lihat aja sabuknya
Filed under: Resensi, kamen rider | Tagged: Agito, Blade, Decade, Den-O, Faiz, Hibiki, Kabuto, kamen rider, kiva, Kuuga, Parallel, Ryuki, World | 6 Comments »
Di bawah langit yang mulai membiru
Pagi itu udara sangat terasa sejuk. Kesejukan yang berbalut sinar hangat mentari yang masih malu. Dan kehangatan yang sama persis hangatnya dengan perasaanku saat itu. Kabut tipis menyapu semua benda yang ada di sekelilingku. Dan sinar putih seputih susu menerjang kabut-kabut itu.
Langkahku pelan, pelan di belakang sosok itu. Sosok wanita yang umurnya tak jauh beda denganku, ia lebih muda beberapa bulan dariku. Kami telah mengenal satu sama lain cukup lama tapi sudah sekitar dua tahun aku tidak berjumpa denganya. Dan pagi ini, aku bersyukur dapat bertemu dan menyapanya akrab. Dan entah kenapa aku begitu senang saat ia memintaku untuk menemaninya berbelanja.
Ya, ia berjalan di depanku. Berjalan lurus, dan 2 meter di belakangnya ada aku yang hanya bisa melihat punggungnya. Langkah-langkahnya begitu sederhana… sangat sederhana. Namun kesederhanaan langkah itu terlihat begitu mewah di hatiku. Suara langkahnya terdengar begitu keras di telingaku mengalahkan ramainya pasar di pagi itu. Melangkah … melangkah … dan melangkah terus ke depan, dan aku sadar detak jantungku mengikuti irama langkahnya. Tiba-tiba langkahnya berhenti, dan aku tersentak kaget. Aku terdiam untuk beberapa saat. Dan secara sembunyi-sembunyi aku memastikan apakah jantungku juga ikut berhenti berdetak. Aku mengela napas lega setelah meyakinkan bahwa jantungku masih berdetak walaupun iramanya sedikit kacau seakan meminta irama langkah yang dari tadi menuntunnya dengan indah.
Kini sosok itu berhenti di depan seorang wanita tua yang sedang menjual buah mangga. Ia tersenyum pada wanita tua di depannya. Senyumnya begitu hangat, lebih hangat daripada kehangatan yang bisa diberikan oleh matahari pagi itu. Aku yakin kehangatan itu mampu melelehkan hati seorang lelaki yang melihatnya, termasuk aku yang sedang gelisah mengetahui ada sesuatu yang meleleh tiba-tiba di dalam dadaku.
Kini aku berada persis di sampingnya, di depan tumpukan buah mangga yang telah ranum. Hatiku bersorak kegirangan saat ia berada persis di sampingku, entah kenapa aku tak tahu. Aku memejamkan mataku memastikan tak ada campur tangan setan dalam kisahku di pagi itu. Mataku terpejam pada dunia dan melihat ke dalam hatiku. Tulus… hanya ketulusan di dalamnya, sebuah perasan tentang kasih sayang umat manusia. Perasaan yang merupakan kodrat makhluk ciptaan dari Dzat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Dalam keterpejaman mataku, aku merasakannya. Aku merasakan gerak-geriknya, gerak tangannya memilih beberaa buah mangga. Dan, oh telingaku… telingaku bisa mendengar dengan jelas hembusan nafasnya. Nafas yang tiap hembusannya merupakan bukti syukur akan kehidupan yang telah diberikan-Nya. Semua ini… perasaan ini… aku… . Tiba-tiba angin pagi menerpa sejuk ke tubuhku. Berhembus begitu indah di sekujur kulitku dan sesaat berbisik pada suara hatiku. Lalu mengalir menjauh membawa doa dan harapanku.
Aku membuka mataku dan ia masih berada di sampingku. Ia menoleh padaku dan tersenyum untukku. “Aku akan melindungi senyummu” kataku begitu pelan berharap hanya dapat didengar oleh telingaku sendiri. “Hah” katanya seakan ia baru saja mendengar suara tak jelas keluar dari mulutku. Dan angin pagi berhembus kuat untuk kedua kalinya. Ia tersenyum dan memejamkan matanya menikmati kesejukan yang dibawa angin itu. Dan akupun mengikutinya memejamkan mataku.
Di bawah langit yang mulai membiru, antara ia dan aku… .

Filed under: Cinta, kisah | Tagged: aku, Cinta, ia, kisah, langit, pagi | 2 Comments »
Gerhana Matahari Cincin 26 Januari 2009
Kemarin, katanya ada gerhana matahari cincin. Yang kaya di pilem Heroes itu lho…
Tapi aku kok gak lihat. Dari jam 3 sampai jam 4 sore aku bolak-balik lihat ke luar jendela. “Mataharinya masih utuh, tanpa cacat, sempurna” kataku. “Mana Gerhananya?” Temanku Pulung aja sempat lihat gerhananya. Rumah Pulung di Bandung, kosanku juga dibandung. Emangnya selisih letak lintang dan bujur antara kosanku dan rumah Pulung cukup memungkinkan sehingga aku tidak bisa melihat gerhana.
“Ah, apa sih hebatnya gerhana matahari, paling cuma ada matahari yang warnanya item doang” gumamku menghibur sendiri.
“Tapi, gerhana selanjutnya harus sempat aku saksikan. Masa sih penggila astronomi blum pernah lihat gerhana matahari” kataku membulatkan tekad.
Ada cerita kalo gerhana terjadi karena ada raksasa Batara Kala yang memakan matahari. Kalo, dipikir-pikir, itu raksasa segede apa
ya? Trus yang bisa ngalahin raksasa itu siapa ya? Ultraman aja pasti kalah gede… Apa kita butuh pahlawan baru kaya Super Duper Hyper Ultraman. Tapi, tenag aja menurut orang jaman dahulu, raksasa itu bisa diusir dengan memukul lesung.
Yah, ternyata raksasanya gak keren, kalahnya cuman gara-gara suara lesung doang.
Filed under: Catatan harian, Uncategorized | Tagged: Astronomi, gerhana, matahari, penyesalan | Leave a Comment »
Masa-Masa SMA
Gak nyangka ternyata teman kosku menyimpan sebuah harta karun yang sangat berarti bagiku. Harta karun itu adalah sebuah kenagan, memori masa lalu yang sempat terlupakan.
Masa-masa SMA itu….

masa SMA itu waktunya buat tidur

dan tentu saja belajar bareng

dan juga main hape waktu jam pelajaran

pusing mikirin pelajaran tapi masih sempet pusing main sudoku

Trus tidur lagi

Baca AlQuran diwaktu senggang (yah, kalo ini yang patut di contoh)

kadang-kadang harus maju ke depan kelas untuk presentasi

Dan juga tugas maen drama yang menyenangkan tapi menyita banyak waktu

kadang-kadang juga foto-foto narsis

Ketika malam perpisahan, menyenangkan tapi menyedihkan

Semuanya merupakan kisah indah yang terpahat rapi diatas dinding-dinding kehidupan

Persahabatan
Filed under: Catatan harian, Persahabatan, Uncategorized | Tagged: kelas, kenangan, masa lalu, Persahabatan, sma, sma n 3 semarang | Leave a Comment »
Sebuah Pengakuan
Assalamu’alaikum
Sekedar pemberitahuan bahwa puisi dan cerpen yang telah ada / akan ada di blog ini bukanlah seluruhnya pengalaman pribadi penulis semata. Beberapa terinspirasi dari pengalaman pribadi, namun banyak juga yang terinspirasi dari kisah orang lain misalnya dari teman, film, dsb. Penulis hanya mencoba ikut merasakan apa yang mereka rasakan.
Haha… Jadi, jangan pikir yang tidak-tidak saat membaca karya-karya penulis.
Wassalamualaikum.
Filed under: Uncategorized | Tagged: Pengakuan, penulis, Puisi | 3 Comments »











